Masuki 2026, Jakarta Berpotensi Makin Macet Imbas Proyek 1.000 Km Pipa PAM Jaya
Memasuki 2026, Jakarta diperkirakan akan semakin macet seiring proyek pembangunan 1.000 kilometer pipa air bersih PAM Jaya yang berpotensi mengganggu lalu lintas di berbagai ruas jalan Ibu Kota.
Memasuki 2026, warga Ibu Kota diperkirakan harus bersiap menghadapi tingkat kemacetan yang semakin padat, seiring rencana besar PAM Jaya membangun 1.000 kilometer jaringan pipa air bersih baru di berbagai wilayah Jakarta.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan lalu lintas yang akan timbul akibat proyek tersebut. Ia mengakui bahwa pekerjaan galian di banyak ruas jalan hampir pasti berdampak pada kelancaran mobilitas warga. âMohon maaf nanti bikin macet lagi,â ujar Arief dalam keterangannya, seperti dikutip dari detik.com.
Pembangunan pipa sepanjang 1.000 kilometer ini merupakan bagian dari upaya memperluas layanan air bersih perpipaan agar menjangkau lebih banyak warga Jakarta. Pada 2026, PAM Jaya menargetkan penambahan ratusan ribu sambungan rumah baru, terutama di kawasan yang selama ini belum terlayani secara optimal. Namun, skala proyek yang sangat besar membuat pekerjaan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas penggalian jalan di banyak titik.
Kemacetan yang berpotensi terjadi diperkirakan mirip dengan kondisi lalu lintas saat proyek infrastruktur besar dikerjakan di Jakarta sebelumnya. Pengendara kemungkinan akan menghadapi perlambatan arus kendaraan di ruas-ruas utama akibat penyempitan jalan di sekitar lokasi galian, masuk-keluarnya alat berat, serta penutupan sebagian lajur pada titik-titik tertentu. Pada jam sibuk pagi dan sore, kondisi ini bisa memicu antrean panjang kendaraan dan kepadatan yang merambat ke jalan-jalan alternatif di sekitarnya.
Sejumlah kawasan dengan lalu lintas tinggi diperkirakan menjadi titik paling terdampak, terutama koridor bisnis, jalan penghubung antarwilayah, dan area padat aktivitas harian. Dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara kendaraan pribadi, tetapi juga pengguna angkutan umum yang melewati jalur-jalur tersebut.
Meski demikian, PAM Jaya menegaskan bahwa proyek akan dikerjakan secara bertahap dan diklaim telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta instansi terkait untuk meminimalkan gangguan. Pengaturan waktu kerja, rekayasa lalu lintas, dan penyesuaian metode pembangunan disebut menjadi bagian dari strategi agar dampak kemacetan tidak berlangsung terlalu lama.
Pakar transportasi perkotaan menilai warga Jakarta perlu mengantisipasi situasi ini sejak dini dengan mengatur ulang jam perjalanan, memanfaatkan transportasi umum, atau memilih rute alternatif ketika proyek mulai berjalan. Kendati menimbulkan ketidaknyamanan dalam jangka pendek, proyek ini diharapkan membawa manfaat besar dalam jangka panjang berupa peningkatan kualitas dan pemerataan layanan air bersih bagi warga Jakarta.





